Mengupas tentang dunia spiritual dan lelaku didalamnya, sebagai warisan dari para leluhur. Tentang : tenaga dalam, daya prana, metafisika, penyembuhan dan Mbabar jiwa ma'rifat jati

Pitutur Luhur Untuk Sang Pemimpin

Ilustrasi Lukisan Istimewa sejumlah Prajurit.

Seorang yang dianggap linuwih harus punya sikap yang bijaksana, mempunyai bekal yang membuatnya berani dan bertanggung jawab dengan apa yang dia emban dan kerjakan.

Pemimpin atau juga ksatria harus berani karena benar, punya kecerdasan spiritual yang mapan, agar segala langkahnya menemui keberhasilan tanpa merugikam pihak lain.

Berikut beberapa petuah atau pitutur luhur :

Sugih Tanpa Bandha (kaya tanpa harta).

Kata "sugih" pada pitutur luhur ini mengarah pada konsep kekayaan secara batiniah. Ketika seseorang banyak dibutuhkan oleh orang lain, secara batiniah sebenarnya ia sudah menjadi orang kaya.

Tatkala kehadiran kita sangat berarti bagi orang lain, pada saat itu kita seharusnya merasa bersyukur atas anugerah Tuhan Yang Maha Kuasa yang telah memberikan kelebihan, sehingga kita mendapat kesempatan untuk menanam kebaikan (nandur kebecikan).

Digdaya Tanpa Aji (tak terkalahkan tanpa kesaktian).

Kata "digdaya" artinya tidak terkalahkan dengan segala jenis senjata.
"Aji" (kesaktian) bisa berupa mantra (misalnya lembusekilan, balaseribu, dan sasrabirawa) atau benda (misalnya keris, akik, pedang, gada besi kuning, dan panah). "Digdaya" (sakti) secara batinlah yang terjadi ketika kita tidak punya musuh, tidak pernah menyakiti hati orang lain, tepaselira, tenggang rasa.

Tentunya itu akan membuat kita menjadi orang merdeka yang tentrem (tentram), ayem (tidak terusik), dan lerem (mengedepankan pikiran).

Nglurug Tanpa Bala (menyerbu tanpa pasukan).

Hidup laksana pertempuran abadi, bukan secara fisik, namun secara batiniah. Musuh kita bukanlah lingkungan kita (orang lain), tetapi adalah nafsu kita sendiri. Lebih baik kita hidup apa adanya sesuai dengan kemampuan kita.

Sifat mengeluh saat kita berada dalam kekurangan dan rasa sombong rohani untuk menunjukkan kita paling suci harus kita jauhi agar kita bisa menjadi pemenang. Ketulusan dan keikhlasan hati merupakan kunci kebahagiaan hidup.

Menang tanpa ngasorake (menang tanpa merendahkan).
Keberhasilan mencapai cita-cita janganlah menimbulkan masalah bagi orang lain.

Sebaliknya, keberhasilan yang kita capai sebisa mungkin harus memberi manfaat bagi orang lain, sehingga dalam keberhasilan kita tidak terkandung kesedihan orang lain.

Trimah Mawi Pasrah (menerima dengan pasrah).

Baik dan buruk yang terjadi pada kita selalu mengandung hikmah.
Dari yang baik yang terjadi pada kita bermakna bahwa kita seyogyanya harus melakukan yang lebih baik lagi dan buruk yang terjadi pada kita juga dapat kita maknai bahwa kita harus berinstropeksi diri dan mencari yang benar.

Segala sesuatu yang terjadi ada maksud dan tujuan dari Tuhan Yang Maha Kuasa.

Suwung Pamrih Tebih Ajrih (jika tanpa pamrih tidak perlu takut).

Apalah artinya tangisan hanya gara-gara ingin dipuji, dibalas, atau diberi, jika kemuliaan jauh dari kita.

Yang terpenting adalah kedamaian, ketentraman, aman, kebahagiaan, dan kemuliaan. Pamrih itu hanya membuat seseorang menjadi penakut, picik, menderita, menjenuhkan, bahkan dapat membuat orang menjadi hina.

Sepi Ing Pamrih Rame Ing Gawe (sepi dalam pamrih, ramai dalam bekerja).

Pitutur luhur ini menanamkan pada kita bahwa bekerja keras itu tak perlu banyak pamrih (mengharapkan sesuatu).

Jadi, kalau kita mau membantu orang lain, tidak perlu memikirkan pamrih (mengharapkan sesuatu dari orang yang kita bantu). Meninggalkan kesan baik pada orang yang kita bantu bernilai jauh lebih luar biasa daripada sesuatu yang kita harapkan.

Mulat Sarira Hangrasa Wani (berani mawas diri).

Pitutur luhur ini mempunyai arti bahwa berani melihat diri kita sendiri dengan segala kekurangannya dan selalu siap mendapat kritik dari siapapun dan kapanpun.

Ajaran agama apapun selalu mengajarkan bahwa sebagai umat yang lemah hendaknya kita selalu berinstropeksi.(*)



#pituturLuhur
#RagaPutih

0 Response to "Pitutur Luhur Untuk Sang Pemimpin"

Post a Comment


Perangkat Spiritual Untuk Anda

Menyediakan Pegangan, berupa Rajahan yang aktif, untuk : Pagar Badan, Kekebalan, Anti Hipnotis/Gendam jalanan, Terhindar dari bahaya dengan radius 35 meter.

Fungsi Lain : Membangkitkan tenaga inti diri, penyaluran energi ke : air, benda dan mengisi tenaga ghaib ke orang lain dengan durasi aktif 24 jam.

Minat :
Silahkan kirim data diri anda (nama-alamat-tgl lahir-nama ibu kandung) ke via WA : 082331619334 - Javanese Spiritual.

Syarat dan ketentuan menyusul ........


Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel