Mengupas tentang dunia spiritual dan lelaku didalamnya, sebagai warisan dari para leluhur. Tentang : tenaga dalam, daya prana, metafisika, penyembuhan dan Mbabar jiwa ma'rifat jati

Cerita Wayang : Batari Durga


Pada mulanya, Batari Durga adalah istri Batara Guru, yaitu ketika ia masih berwajah cantik, dan masih bernama Dewi Uma.

Suatu sore yang cerah, Batara Guru dan Dewi Uma turun ke mayapada dengan menunggang Lembu Andini, mengangkasa pelan untuk sekadar melihat-lihat pemandangan alam.

Saat angin menyingkap kain yang dikenakan Dewi Uma, Batara Guru tergiur melihat betis istrinya. Ia lalu merayu Dewi Uma dan mengajaknya memadu kasih saat itu juga di atas punggung Lembu Andini.

Namun Dewi Uma menolak ajakan itu karena merasa hal itu sangat tidak pantas dilakukan oleh dewa tertinggi. Batara Guru tidak menghiraukan penolakan istrinya dan terus merayu, sedangkan Dewi Uma terus berusaha menghindar.


Akhirnya, karena tak lagi dapat menahan hasratnya, keluarlah mani Batara Guru, jatuh ke laut.
Penolakan istrinya membuat Batara Guru kesal dan marah. Sepulangnya di kahyangan mereka bertengkar.

Sikap Dewi Uma lantas dianggap sebagai pembangkangan seorang istri terhadap suami. Dewi Uma mencoba menjelaskan alasannya menolak ajakan itu, tetapi suaminya tampak tidak mengubris.

Dalam kesal, Dewi Uma pun kelepasan bicara: "Perbuatan seperti Kakanda tadi hanya pantas dilakukan oleh makhluk yang bertaring panjang." Karena Dewi Uma memiliki kesaktian tinggi, apa yang diucapkannya itu kemudian benar-benar terjadi.

Bukan main marah Batara Guru setelah menyadari taringnya tumbuh menjadi panjang. Tanpa berpikir lagi ia segera membalas mengutuk Dewi Uma menjadi seorang raksesi (raksasa perempuan) bernama Batari Durga.

Beberapa saat kemudian datanglah makhluk ganas yang berasal dari kama benih Batara Guru yang jatuh ke laut. Makhluk ini mengamuk di kahyangan lalu mengajukan tiga tuntutan; minta diakui sebagai anak, diberi nama, dan diberi istri.

Tuntutan ini dikabulkan Batara Guru. Ia diberi nama Batara Kala, dan diberi istri Batari Durga. Mereka diberi tempat di Setra Gandamayit. Di tempat ini mereka berkuasa atas segala macam jin, gandarwa, hantu, dan makhluk halus lainnya.(ls)





________________
sumber :

0 Response to "Cerita Wayang : Batari Durga"

Post a Comment


Perangkat Spiritual Untuk Anda

Menyediakan Pegangan, berupa Rajahan yang aktif, untuk : Pagar Badan, Kekebalan, Anti Hipnotis/Gendam jalanan, Terhindar dari bahaya dengan radius 35 meter.

Fungsi Lain : Membangkitkan tenaga inti diri, penyaluran energi ke : air, benda dan mengisi tenaga ghaib ke orang lain dengan durasi aktif 24 jam.

Minat :
Silahkan kirim data diri anda (nama-alamat-tgl lahir-nama ibu kandung) ke via WA : 082331619334 - Javanese Spiritual.

Syarat dan ketentuan menyusul ........


Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel